Monday, September 5, 2011

Cerita Si Gembala Domba

 
Anak gembala berteriak minta tolong kepada penduduk desa, “tolooong, tolooong! Di sana ada serigala mau memangsa domba-dombaku! Tolong bantu aku!”

Penduduk desa tergopoh-gopoh ke padang rumput, membawa senjata mereka masing-masing untuk menghalau serigala. Namun sesampainya di sana , mereka heran melihat domba-domba sedang merumput dengan damainya. Dari belakang terdengar anak gembala tertawa terpingkal-pingkal “Bodoh sekali kalian tertipu olehku. Mana ada serigala di siang-siang bolong begini?!” Penduduk desa pun sebal, kemudian bersungut-sungut pulang melanjutkan pekerjaan mereka.

Keesokan harinya, anak gembala datang lagi meminta tolong. Kali ini terdengar cukup serius “Tolooong, tolooong! Kali ini aku sungguh-sungguh! Ada serigala di padang rumput! Satu dombaku sudah dimakannya! Kumohon tolong selamatkan dombaku!”. Penduduk desa yang tadinya sudah tidak simpatik dengan anak gembala, merasa iba dan mempercayainya. “baiklah, kami akan ikut denganmu mengusir serigala itu.” Namun betapa marahnya mereka ketika sampai di padang rumput dan tidak menemukan sedikitpun jejak serigala. Anak gembala terbahak-bahak sampai sakit perut, “Hahahahaha! Keledai bodoh saja tidak jatuh ke lubang yang sama dua kali. Ternyata kalian lebih bodoh daripada keledai!” Marah karena dipermalukan, penduduk desa pun kembali pada pekerjaan mereka masing-masing seraya berkata, “dasar anak gembala pembohong! Lihat saja nanti, kami tak akan memberikan bantuan padanya lagi!”

Esok siangnya, ketika penduduk desa sedang makan, datanglah anak gembala dengan ekspresi nyaris menangis, “Tuan – tuan, tolong aku! Aku tak berbohong! Serigala datang ketika aku sedang tidur dan memakan domba-dombaku! Kumohon tolong aku! Domba-domba itulah satu-satunya yang dimiliki keluargaku. Percayalah, tuan-tuan!”

Seraya melanjutkan makannya, salah satu penduduk desa berkata, “Kau pikir kami akan tertipu lagi olehmu? Keledai bodoh saja tidak jatuh ke lubang yang sama dua kali. Menurutmu kami akan tertipu untuk ketiga kalinya? Pulanglah nak. Kami sibuk.”

Anak gembala menangis minta maaf dan terus memohon para penduduk desa untuk ikut ke padang rumput. Tapi tak ada yang menghiraukannya. Ketika Ia kembali ke padang rumput, betapa sedihnya ia melihat dombanya habis dimangsa serigala. Setelah itu keluarganya jatuh miskin karena tidak memiliki hewan ternak. Anak gembala sangat menyesal telah berbohong.





*) Diambil dari kepingan ingatan yang tersisa ketika membaca buku Anak Gembala Domba Pembohong sewaktu saya masih anak-anak.

No comments: