Anak gembala berteriak minta tolong
kepada penduduk desa, “tolooong, tolooong! Di sana ada serigala mau
memangsa domba-dombaku! Tolong bantu aku!”
Penduduk desa tergopoh-gopoh ke
padang rumput, membawa senjata mereka masing-masing untuk menghalau
serigala. Namun sesampainya di sana , mereka heran melihat domba-domba
sedang merumput dengan damainya. Dari belakang terdengar anak gembala
tertawa terpingkal-pingkal “Bodoh sekali kalian tertipu olehku. Mana
ada serigala di siang-siang bolong begini?!” Penduduk desa pun sebal,
kemudian bersungut-sungut pulang melanjutkan pekerjaan mereka.
Keesokan harinya, anak gembala
datang lagi meminta tolong. Kali ini terdengar cukup serius “Tolooong,
tolooong! Kali ini aku sungguh-sungguh! Ada serigala di padang rumput!
Satu dombaku sudah dimakannya! Kumohon tolong selamatkan dombaku!”.
Penduduk desa yang tadinya sudah tidak simpatik dengan anak gembala,
merasa iba dan mempercayainya. “baiklah, kami akan ikut denganmu
mengusir serigala itu.” Namun betapa marahnya mereka ketika sampai di
padang rumput dan tidak menemukan sedikitpun jejak serigala. Anak
gembala terbahak-bahak sampai sakit perut, “Hahahahaha! Keledai bodoh
saja tidak jatuh ke lubang yang sama dua kali. Ternyata kalian lebih
bodoh daripada keledai!” Marah karena dipermalukan, penduduk desa pun
kembali pada pekerjaan mereka masing-masing seraya berkata, “dasar anak
gembala pembohong! Lihat saja nanti, kami tak akan memberikan bantuan
padanya lagi!”
Esok siangnya, ketika penduduk
desa sedang makan, datanglah anak gembala dengan ekspresi nyaris
menangis, “Tuan – tuan, tolong aku! Aku tak berbohong! Serigala datang
ketika aku sedang tidur dan memakan domba-dombaku! Kumohon tolong aku!
Domba-domba itulah satu-satunya yang dimiliki keluargaku. Percayalah,
tuan-tuan!”
Seraya melanjutkan makannya,
salah satu penduduk desa berkata, “Kau pikir kami akan tertipu lagi
olehmu? Keledai bodoh saja tidak jatuh ke lubang yang sama dua kali.
Menurutmu kami akan tertipu untuk ketiga kalinya? Pulanglah nak. Kami
sibuk.”
Anak gembala menangis minta maaf
dan terus memohon para penduduk desa untuk ikut ke padang rumput. Tapi
tak ada yang menghiraukannya. Ketika Ia kembali ke padang rumput,
betapa sedihnya ia melihat dombanya habis dimangsa serigala. Setelah
itu keluarganya jatuh miskin karena tidak memiliki hewan ternak. Anak
gembala sangat menyesal telah berbohong.

No comments:
Post a Comment